Minggu, 15 September 2013

Hasil Rancangan-Nya

Bacaan : Yeremia 18 : 1-17

Sobat muda, pernah dengar atau lihat yang namanya tembikar? Tembikar atau lebih dikenal dengan sebutan gerabah saat ini. Bahan dasar pembuatan gerabah ini adalah tanah liat yang dicampur sama pasir yang digiling dan diinjak-injak sampe adonan tanah liat jadi lunak. Nah, kalo udah lunak itu artinya adonan tanah liat siap buat dibentuk berbagai macam kerajinan. Kalo adonan itu udah dibentuk, baru deh di jemur di bawah matahari selama 2-3 hari. Setelah kering, kemudian tembikar itu dibakar dalam suhu tertentu selama 3-5 jam. Selesai pembakaran, tahap finishing pun dimulai.

Kalo tanah liat bisa jadi indah di tangan tukang tembikar, begitupun hidup kita Sobat Muda. Hidup kita yang biasa-biasa aja bisa jadi indah kalo kita mau dibentuk sama Tuhan, Sang Penjunan. Dari sebelum kita diciptain, Tuhan udah ngerancang desain hidup kita. Dia ngerancang semuanya dari kita bayi sampe akhir hidup kita. Pertanyaannya, kita mau ngga menggenapi rancangan-Nya itu dengan ngelewatin setiap proses yang kadang menyakitkan? Keputusan ada di tangan Sobat Muda sendiri. Makanya Yeremia diperintahin buat pergi ke tukang periuk, supaya ia bisa belajar mengenai cara kerja Tuhan yang ngebentuk kehidupan manusia. Seperti tukang periuk tau desain yang terbaik atas tanah liat, gitu juga dengan Tuhan yang paham banget sama desain yang Dia buat atas manusia.

Sobat Muda, Tuhan itu lebih ngerti yang terindah bagi hidup kita ketimbang kita sendiri yang ngejalani hidup ini. Karena itu, belajarlah buat ngga maksain rencana kita terhadap Tuhan. Ingat, Dia lebih paham yang terindah buat kita. (kal)

Devotion : Jangan fokus sama proses-Nya tapi lihat hasil rancangan-Nya bagi kita.

(sumber: RAM-jan 13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar