Bacaan : Mazmur 51 : 1-21
Hsiau Fei adalah mahasiswa yang sebentar lagi akan diwisuda. Ia sangat mendambakan akan dapat hadiah wisuda berupa mobil BMW dari ayahnya, yang adalah pengusaha kaya. Hari yang dinantiinnya pun tiba, setelah diwisuda, ayahnya memberinya kado yang terbungkus rapi. Namun, Hsiau Fei sangat kecewa waktu tahu kalo isi kado itu adalah buku motivasi dan bukan kunci mobil kaya yang diharapkannya. Ia kecewa, marah dan buku itu dibantingnya di hadapan ayahnya. Hsiau Fei pergi meninggalkan ayahnya dan pindah ke kota lain. Bertahun-tahun tanpa kabar mengenai ayahnya, suatu hari ia dapat kabar bahwa ayahnya meninggal. Mendengar kabar tersebut, ia pulang dan betapa terkejutnya ia waktu menemukan kunci BMW dan kwitansi pembayaran mobil di dalam buku motivasi, kado wisudanya dulu. Mendadak tubuhnya lemas ketika menemukan mobil BMW yang kursinya masih tebungkus plastik, terparkir dalam garasi. Ia pun menyesali keputusannya dahulu yang lebih mengutamakan amarahnya.
Penyesalan itu datangnya ga pernah diawal, ia selalu datang diakhir. Itulah yang dirasain sama raja Daud. Bacaan hari ini menceritakan gimana menyesalnya Daud atas perbuatannya yang udah dilakuin gara-gara perasaan sukanya terhadap Batsyeba. Gara-gara perasaan sukanya yang ngga dikendaliin membuat ia berani melakukan hal-hal yang keji di hadapan Allah. Setelah ia mengintip Batsyeba mandi, dihatinya muncul rancangan-rancangan jahat yang akhirnya berdampak pada kematian Uria, suami Batsyeba di medan perang.
Masa lalu ngga akan pernah bisa diperbaiki. Kalo hidupmu ngga mau terjadi banyak penyesalan maka bepikirlah dahulu sebelum bertindak. Tindakan kita hari ini nentuin apa yang akan terjadi di hari esok. (sen)
Devotion : Ngga mau menyesal, maka berpikirlah dahulu sebelum bertindak.
(source : RAM-APR 13)
Hsiau Fei adalah mahasiswa yang sebentar lagi akan diwisuda. Ia sangat mendambakan akan dapat hadiah wisuda berupa mobil BMW dari ayahnya, yang adalah pengusaha kaya. Hari yang dinantiinnya pun tiba, setelah diwisuda, ayahnya memberinya kado yang terbungkus rapi. Namun, Hsiau Fei sangat kecewa waktu tahu kalo isi kado itu adalah buku motivasi dan bukan kunci mobil kaya yang diharapkannya. Ia kecewa, marah dan buku itu dibantingnya di hadapan ayahnya. Hsiau Fei pergi meninggalkan ayahnya dan pindah ke kota lain. Bertahun-tahun tanpa kabar mengenai ayahnya, suatu hari ia dapat kabar bahwa ayahnya meninggal. Mendengar kabar tersebut, ia pulang dan betapa terkejutnya ia waktu menemukan kunci BMW dan kwitansi pembayaran mobil di dalam buku motivasi, kado wisudanya dulu. Mendadak tubuhnya lemas ketika menemukan mobil BMW yang kursinya masih tebungkus plastik, terparkir dalam garasi. Ia pun menyesali keputusannya dahulu yang lebih mengutamakan amarahnya.
Penyesalan itu datangnya ga pernah diawal, ia selalu datang diakhir. Itulah yang dirasain sama raja Daud. Bacaan hari ini menceritakan gimana menyesalnya Daud atas perbuatannya yang udah dilakuin gara-gara perasaan sukanya terhadap Batsyeba. Gara-gara perasaan sukanya yang ngga dikendaliin membuat ia berani melakukan hal-hal yang keji di hadapan Allah. Setelah ia mengintip Batsyeba mandi, dihatinya muncul rancangan-rancangan jahat yang akhirnya berdampak pada kematian Uria, suami Batsyeba di medan perang.
Masa lalu ngga akan pernah bisa diperbaiki. Kalo hidupmu ngga mau terjadi banyak penyesalan maka bepikirlah dahulu sebelum bertindak. Tindakan kita hari ini nentuin apa yang akan terjadi di hari esok. (sen)
Devotion : Ngga mau menyesal, maka berpikirlah dahulu sebelum bertindak.
(source : RAM-APR 13)