Minggu, 15 September 2013

The Worst Day

Bacaan : 1 Samuel 21:1-16

Sobat Muda, hari apa sih yang paling buat kamu bete? Buat yang sekolah atau kerja biasanya hari Senin, karena harus ngulang lagi aktivitas yang ngebosenin. Buat yang jomblo tentunya hari Sabtu, karena ngga ada yang nemenin. Salah satu perusahaan minuman isotonik pernah meriset twitter di sembilan kota besar. Hasilnya pada hari Rabu postingan twitter yang bernada galau, parah, malas, bete, lama, payah, ngga enak, dan sakit jauh lebih banyak daripada rasio kicauan 'bad mood' dan 'good mood' di hari yang lain.

Ada banyak alasan yang bisa buat kita jadi bad mood dan itu bisa terjadi kapan aja. Gara-gara bad mood, seharian bisa berubah menjadi bad day. Hidup kita terbelenggu oleh perasaan bad mood ini. Ahab adalah salah satu contoh orang yang mudah terserang virus bad mood. Gara-gara keinginan yang ngga terpenuhi, ia ngambek. Ngga mau makan dan mengurung diri di tempat tidur. Gara-gara bad mood itulah Nabot menemui ajalnya.

Gimana dengan kita? Adakah kita ngambek dan uring-uringan seharian saat bad mood melanda? Well, mau bad mood atau ngga, itu tergantung sama kita. Kalo kita milih buat ngikutin situasi, jadi bad mood deh seharian. Lain halnya jika kita fokus ke janji, perbuatan ajaib-Nya dan firman-Nya, bad mood bakalan menjauh. Di sisi lain, orang lain yang ngga berdosa bisa jadi korban cuma gara-gara bad mood. Mereka jadi sakit hati bahkan ikut-ikutan bad mood. So, bad mood itu mesti dicegah sebelum menular. Sukacita itu hak kita. Jangan biarin iblis mencurinya. Hari ini, ayo rebut kembali sukacita yang telah iblis rampas! (res)

Devotion : Bagi orang percaya, setiap hari adalah indah.

(sumber: RAM-Jan 13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar