Kamis, 12 Desember 2013

Before & After

Bacaan: Roma 12:1-2

"Hei, coba liat nih! Asik banget kayanya, ya! Kita musti coba, nih!" seru Mimi si ceriwis sambil menyodorkan selembar brosur kecantikan. Rupanya ada sebuah klinik kecantikan yang baru aja dibuka di dekat kampus kami. Mimi barusan mendapatkan promosinya. Di brosur itu tertera foto "sebelum" dan "sesudah" menjalani terapi kecantikan. Cewek yang semula gemuk jadi langsing. Yang kulitnya bopeng-bopeng jadi mulus. Yang kulitnya hitam jadi putih bersih. Yang botak jadi berambut panjang indah terurai. Pokoknya klinik itu komplit banget fasilitas dan layanannya.

Dengan foto "Before" and "After", banyak orang jadi pengen mencoba terapi di klinik itu. Kalo seandainya gambar sebelum dan sesudah sama aja, nggak jauh bedanya, tentu orang nggak akan berminat buat mengikuti terapi kecantikan itu. Buat apa bayar mahal-mahal kalo hasilnya sama aja.

Sebenernya hidup kita ini bagaikan brosur kecantikan itu. Kita bisa membuat orang tertarik untuk datang kepada Tuhan kalo hidup kita yang sekarang berbeda dari yang dulu. Sejak kita kenal Tuhan dan lahir baru, sikap hidup, tutur kata, perbuatan dan pemikiran kita jadi lebih indah dan nggak amburadul seperti dulu lagi. Perbedaan itu terpancar jelas dalam kehidupan kita. Tanpa perlu bersikap sok rohani pun, orang akan tau ada kemuliaan Tuhan terpancar dari hidup kita sehari-hari. Tapi kalo hidup kita tetep sama hancurnya, nggak mungkin orang akan tertarik untuk mengenal Kristus. Nah, sekarang coba kita cek hidup kita ini. Sudahkah kita menjadi "brosur" yang berguna mengundang orang datang kepada Tuhan? Kalo belum, masih ada kesempatan untuk mengubahnya. Jadilah pribadi yang berbeda setelah mengenal Kristus. (TMS)

Doa Tak Bersyarat

Bacaan: Daniel 3:1-30

Barangkali kita sudah sering mendengar tentang kasih tanpa syarat. Kasih tanpa syarat ditunjukkan oleh orang tua kita kepada kita anak-anaknya. Mereka tetap mengasihi dan merawat kita tidak peduli seperti apa keadaan kita. Kasih tanpa syarat juga ditunjukkan oleh Bapa kita di Sorga. Anugerah keselamatan-Nya diberikan bukan karena kebaikan kita, namun semata-mata karena kemurahan-Nya. Tapi, pernahkah kita mendengar tentang doa tak bersyarat? Itulah doa yang dinaikkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Ketika ancaman dapur api sudah di depan mata, dengan lantang mereka berkata,”Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Dan. 3:17-18) Bayangkan betapa tersentuhnya hati Tuhan mendengar pengakuan iman seperti itu. Saya membayangkan Sorga langsung gempar! Para malaikat menggeleng-gelengkan kepala dan bersorak sorai, air mata haru Bapa di Sorga menitik di pipi-Nya.


Beranikah kita mengucapkan doa seperti yang diucapkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Bisakah kita tetap mengucap syukur seandainya jawaban doa Tuhan enggak sesuai dengan harapan kita? Mampukah kita tetap berkata “Tuhan itu baik” meski kenyataannya pahit bagi kita? Kita patut bersyukur memiliki Bapa yang begitu baik. Tuhan tidak pernah meremehkan iman sebesar biji sesawi sekalipun. Ketika kita sungguh-sungguh berdoa dengan iman, mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati - maka lihatlah Tuhan justru bekerja dengan cara-Nya yang ajaib menolong dan menyelamatkan kita. Di akhir cerita kita tahu Sadrakh dkk. selamat dari dapur api. Terjemahan King James menyebutkan pengakuan Nebukadnezar ,”Lo, I see four men loose, walking in the midst of the fire, and they have no hurt; and the form of the fourth is like the Son of God.” (Dan.3:25) Orang yang keempat yang dilihat Nebukadnezar dalam perapian itu rupanya seperti Anak Allah. Yesus sendiri hadir menyertai mereka, berjalan di dalam api untuk menyelamatkan mereka. Haleluya!  (TMS)

Disc Clean-Up

Bacaan: Mazmur 26:1-7

Bagi para pengguna Windows, beberapa waktu sekali kita disarankan untuk melakukan “bersih-bersih” sistem komputer. Salah satunya kita bisa memakai ‘disc cleanup’ yang ada dalam system tools di aksesoris. Fungsi tool ini adalah untuk membersihkan file-file yang dianggap tidak perlu seperti mengosongkan recycle bin, temporary files, juga cache dan cookies. Kegiatan bersih-bersih ini bertujuan untuk meringankan beban memory komputer. Kalo dalam komputer kita terlalu banyak file gak penting dan gak kepake yang enggak pernah dibersihkan, jelas ini membuat kinerja komputer kita jadi berat dan lambat.

Dalam hidup ini kita juga harus secara teratur membersihkan diri. Maksudnya bukan cuma mandi 2 kali sehari ato gosok gigi rutin... ini sih juga udah wajib hukumnya. Selain tubuh kita yang harus dijaga kebersihannya, kita juga perlu ngejaga kebersihan hati dan pikiran kita. Coba cek apa aja yang bisa mengotori dan membebani kehidupan kita.

Dendam, sakit hati, rasa minder, ketakutan, trauma, iri hati, curiga, cemburu, adalah contoh-contoh file sampah yang membuat hidup kita jadi berat. Ngapain sih kita menyimpan dengki, dendam dan kebencian? Mending kalo orang yang bikin kita keqi ngerasa, mereka malahan tetap enjoy aja tuh dengan hidup mereka. Makanya, rugi banget kita menyimpan kejengkelan kepada orang lain. Udahlah lepasin aja. Ampuni kesalahan mereka dengan tulus hati, ingat mereka juga manusia - bisa salah juga kan?

Trus, kalo ada ketakutan akan masa depan, trauma masa lalu, gambar diri yang buruk. dsb. juga harus disingkirkan. Serahkan semuanya itu di tangan Tuhan. Belajar melihat dan mendengar pendapat Tuhan tentang diri kita. Enggak perlu menyesali keadaan diri sendiri sehingga kita jadi minder. Ingatlah bahwa di mata Tuhan kita adalah anak-anak-Nya yang berharga dan dikasihi-Nya. Kalo setiap hari sebelum tidur kita melakukan bersih-bersih hati, dijamin hati kita jadi bersih dan hidup kita pun lebih menyenangkan. Katakan pada Tuhan segala isi hatimu dalam doamu, maka Dia akan meluruskan langkahmu dan membersihkan hatimu. (TMS)

Source : http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/disc-clean-up.html

Pesan Terakhir

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:8


Bagaimana seandainya kita menjadi orang yang menerima pesan-pesan terakhir dari seseorang menjelang kepergiannya? Misalnya dari kakek-nenek ato dari ortu menjelang detik-detik terakhir hidup mereka. Tentu kita akan mengingat pesan- pesan terakhir itu baik-baik dan sedapat mungkin melaksanakannya. Pesan terakhir yang disampaikan biasanya bersifat penting sehingga umumnya jarang sekali diabaikan begitu saja.

Sebagai anak-anak Tuhan, tahukah kita apa pesan terakhir yang disampaikan Tuhan Yesus menjelang kenaikan-Nya ke Sorga? "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis.1:7- 8) Tuhan berfirman bahwa kita akan menerima Roh Kudus serta kuasa-Nya dan menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi. Tuhan ingin kita menjadi saksi bagi-Nya yang menceritakan perbuatan-Nya kepada setiap orang.

So, apakah pesan terakhir itu kita anggap sebagai pesan yang penting? Apakah kita melaksanakan apa yang Dia pesankan kepada kita? Kalo pesan-pesan terakhir yang disampaikan manusia aja bisa kita anggap sebagai hal yang penting, bukankah terlebih lagi seharusnya kita menganggap pesan Tuhan itu sungguh amat penting? Sebagai pengikut Kristus kita punya tugas atau amanat yang harus dilaksanakan. Dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan setiap hari, bagaimanapun kondisi kita, menjadi saksi Kristus adalah kewajiban kita. Intinya dalam market place kita masing-masing, kita tetep wajib melaksanakan the great commission. Setiap orang yang kita jumpai harus merasakan karya Kristus yang nyata dalam perbuatan, perkataan, dan gaya hidup kita. Today, kita diingetin lagi tentang pesan terakhir ini. Marilah kita melaksanakan amanat Tuhan ini sebaik-baiknya. (TMS)

Act of Faith

Bacaan: Kejadian 22:1-19


Sebuah kelompok doa syafaat di Kansas ingin berdoa untuk meminta hujan setelah kemarau berkepanjangan. Menariknya, saat mereka berkumpul bersama untuk berdoa, hanya seorang gadis cilik yang datang dengan membawa payung! Inilah teladan iman. Tuhan Yesus memberitahukan salah satu sikap doa yang berkenan di hadapan Allah adalah dengan percaya bahwa kita telah menerimanya. Kita tidak diperintahkan untuk menipu diri, melainkan percaya.

Orang mungkin akan menganggap kita gila. Perbuatan kita mungkin dianggap ekstrem, namun percayalah selama kita melakukannya karena iman kita kepada Tuhan, sesuai perintah-Nya - “...maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (ay.24b) Bukankah Nuh juga dianggap gila oleh orang-orang sebangsanya? Bayangkan hampir 100 tahun Nuh membangun bahtera sebelum air bah benar-benar dicurahkan oleh Tuhan.

Barangkali Abraham akan dianggap gila bila orang lain tahu dia akan mengorbankan anaknya sendiri. Namun apa ucapan Abraham kepada hambanya sebelum dia mendaki Moria? "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Dan ketika Ishak menanyakan tentang dimana dombanya, maka jawab Abraham adalah "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Dan tepat seperti perkataan dan harapannya, maka Tuhan melakukannya kepada Abraham.

Iman harus disertai tindakan. Kita tidak bisa berkata kepada Tuhan, aku percaya pada-Mu tetapi lakukanlah dulu mujizat itu dalam hidupku - barulah aku bisa percaya. Iman harus kita buktikan lewat sikap dan tindakan kita, mengambil langkah untuk taat meski keadaan nampaknya masih tetap sama. Belajar dari Abraham, Bapa orang beriman yang berani melangkah dalam ketaatan oleh karena iman. Ketika kita berdoa, bersikaplah seakan kita telah menerimanya. Ambillah langkah iman dan perkatakan iman kita setiap hari. (TMS)


Source : http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/act-of-faith.html

Kasih Sejati

Bacaan: 1 Korintus 13:1-10


Apakah dia cocok buatku? Pertanyaan itulah yang sering kita lontarkan kalo mempertimbangkan soal jodoh. Kita menimbang kualitas calon pacar supaya kita enggak kecewa di kelak kemudian hari. Tapi pernahkah kita berpikir,”Apakah aku cocok buat dia?” Apakah kita mempertimbangkan kualifikasi kita sendiri agar memenuhi kebutuhan pasangan kita? Ternyata pertanyaan seperti itu jarang banget kita pikirkan. Ternyata kita egois banget, yah? Kita beranggapan bahwa diri kita ini udah sempurna, sedangkan cowok kita masih perlu memperbaiki diri. Kita ngakunya sayang, tapi ternyata lebih memperhatikan apa yang kita inginkan daripada apa yang diinginkan kekasih kita. Inikah namanya cinta?

Cinta yang sesungguhnya tentu saja enggak seperti itu. Cinta adalah memberikan yang terbaik bagi orang yang kita kasihi, bahkan dengan pengorbanan. Cinta sejati memikirkan kepentingan orang yang kita kasihi. Kita bahkan bersedia mengubah keegoisan kita dengan pengertian dan penerimaan. Kita berupaya menjadi pribadi yang lebih baik, sebagai penolong yang suportif bagi kekasih kita. Kita ingin dapat mengerti dan memahami daripada keinginan untuk dimengerti dan dipahami.

Kalo selama ini kita masih banyak berantem karena saling menuntut untuk dimengerti - periksa baik-baik apakah cinta yang kita berikan ataukah keegoisan yang sedang kita banggakan? Daripada berfokus pada apa yang harus diubah oleh pasangan kita, yuk kita belajar mengubah apa yang harus diubah dalam diri kita sendiri dulu.

So, kalo kita bener-bener mencintai doi, tentu mulai sekarang kita akan belajar berpikir beda. Berhentilah menuntut dan mulailah berubah. Demikian juga dengan kasih kita kepada Tuhan. Jangan selalu menuntut Tuhan untuk ada bagi kita, tapi renungkanlah juga kapan kita ada bagi Dia. Pikirkan cara untuk menyenangkan hati-Nya, karena Dialah kekasih sejati kita. Apa hal-hal yang harus kita ubah dalam diri kita agar kita membuat-Nya tersenyum? Apakah ada kebiasaan dosa yang harus kita buang, kemalasan yang harus kita singkirkan dan tabiat enggak baik yang bisa melukai hati-Nya? Belajar mencintai dengan cara Allah. Karena kasih itu memberi. (TMS)

Source : http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/kasih-sejati.html

The Wedding


Karla menerima undangan yang disodorkan Mimi dengan senyum kecut. Mungkin enggak ada yang memperhatikan perubahan raut wajahnya setiap kali menerima dan membaca wedding invitation dari teman-temannya. Sejak lulus kuliah ampe sekarang ini hampir semua temen-temen ceweknya satu per satu menikah. Dalam hati Karla enggak bisa memungkiri bahwa kekuatiran mulai menghinggapi dirinya. Bayang-bayang bakalan jadi perawan tua seumur hidup, sendirian dan kesepian ampe akhir hayat. Oh God, gue enggak mau ngejomblo begini terus.

Terbayang di benak Karla, saat kondangan nanti semua teman akan menanyainya,"Kapan nyusul? Mana pacarmu?..." Mungkin mereka memang perhatian terhadap dirinya, atau mereka sedang menghinanya secara tersamar, seolah menggaris bawahi bahwa being single tuh berarti something wrong. Kesannya ibarat barang enggak laku-laku, tanpa seorang pun yang melirik apalagi tertarik.

Apakah kamu juga sedang dihinggapi pikiran seperti Karla? Kuatir dengan status lajang yang enggak jelas kapan berakhirnya. Girls, being single is not a wrong thing! Kita enggak perlu merasa malu dan merasa ada yang kurang ketika kita belum menemukan pasangan hidup. Jangan gara-gara takut dibilang enggak laku maka kita asal-asalan memilih teman hidup. Kalo emang saat ini kita belum bertemu dengan orang yang tepat, belajarlah untuk bersabar. Tuhan tahu kok kebutuhan kita tepat pada waktunya.

Menikah adalah keputusan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Jangan melakukannya sekedar karena enggak tahan dengan gunjingan masyarakat, kerabat ato bahkan temen-temen kita. Lihatlah dirimu sebagai seorang yang berharga di mata Allah. Tuhan menghendaki kita bersatu dengan orang yang sepadan. Percayalah bahwa soon or later kamu akan bertemu dengan pria yang mengasihi Tuhan dan mengasihimu juga. Just be patient! (TMS)

Source : http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/the_wedding.html

Polisi Tidur

Bacaan: Roma 8:28


Gimana rasanya kalo ngelewatin jalan yang banyak polisi tidurnya? Duh... sebel deh! Kalo bisa mendingan kita pilih lewat jalan lain. Apalagi kalo kita pas kebetulan naik mobil sedan yang pendek, polisi tidur bagaikan momok perusak. Tapi taukah kita untuk apa polisi tidur itu dibuat? Polisi tidur dibuat untuk memaksa pengemudi kendaraan menurunkan kecepatan kendaraannya demi mencegah terjadinya kecelakaan. Biasanya jalanan yang diberi polisi tidur adalah jalan kompleks perumahan yang tentu saja banyak orang berseliweran disana. Meski membuat para pengendara merasa kurang nyaman, tapi polisi tidur bisa mencegah terjadinya kecelakaan.

Saat kita menemui hambatan dalam hidup ini, sadarkah kita bahwa sebenernya beberapa dari hambatan itu bisa merupakan polisi tidur bagi kita. Apa yang nampaknya seperti sebuah penghalang yang memperlambat keberhasilan, ternyata dibuat demi kebaikan kita sendiri. Saat kita putus pacar, saat enggak diterima di univ idaman, saat ekonomi keluarga bangkrut, saat semua nampaknya menghambat cita-cita kita, ternyata enggak sepenuhnya benar.

Meski nampaknya menjadi penghalang, “polisi tidur” ternyata justru membantu kita meraih keberhasilan. Adanya hambatan seringkali membuat pikiran kita menjadi lebih matang. Kita menjadi lebih dewasa dan mandiri. Penghalang juga mengasah kita menjadi lebih kreatif. Kita enggak mundur dan menyerah begitu aja, tapi menciptakan jalan keluar lain yang mungkin enggak terpikirkan sebelumnya. 

Penghalang pun mampu membuat diri kita jadi lebih bijak dan rendah hati. Kita mengakui bahwa ada kuasa yang lebih besar dari diri kita yakni Tuhan, yang bisa melakukan apa aja dalam hidup kita demi kebaikan kita. So, daripada ngedumel saat menemui polisi tidur dalam hidup kita, mendingan kita bersyukur dan melihat sisi positif dari semuanya itu. (TMS)

Source : http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/polisi_tidur.html

Pacaran

Bacaan: 2 Korintus 6:14-18


Pacaran Alkitabiah nggak seh? Seringkali pertanyaan semacam ini muncul di kalangan anak muda. Usut punya usut, ternyata yang namanya pacaran tuh nggak ada dalam Alkitab. Bentuk hubungan pacaran seperti yang kita kenal sekarang ini pun nggak pernah ada dalam jaman Alkitab dulu. Alkitab hanya menyebutkan hubungan pranikah yang ada di kalangan muda waktu itu adalah bentuk hubungan pertunangan.

Jaman emang udah berubah. Kita boleh aja mengikuti perkembangan jaman, tapi prinsip-prinsip kebenaran tetap wajib kita pegang. Prinsip pertama, hubungan pacaran/pranikah harus dengan tujuan menuju ke pernikahan. Kalo kita jalan ama cowok sekedar supaya ada gandengan saat malam minggu ‘n ada yang antar jemput tiap saat, kita udah salah dalam prinsip pertama ini. Jadi nggak ada istilahnya TTM or HTS dalam hubungan pacaran anak-anak Tuhan. Kita harus jadi orang yang punya tujuan pasti. Nggak sekedar “ngalir” n jalani hidup sesukanya.

Prinsip kedua, hubungan pacaran harus dengan orang yang seimbang. Cinta nggak kenal perbedaan, begitu kira-kira kata orang. Tapi soal kehidupan rohani nggak bisa begitu. Terang nggak akan pernah bisa bersatu dengan kegelapan. Pernikahan nantinya nggak cuma sekedar hidup enak ‘n menghasilkan anak. Kalo kita memilih untuk menikah dengan orang yang belum lahir baru, berarti kita memilih untuk mengatur rumah tangga kita sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Padahal mana mampu kita mengatasi semuanya sendiri. Tanpa Tuhan kita nggak akan bisa saling mengasihi dengan tulus. Pernikahan akan terancam perceraian bahkan perselingkuhan. Nggak ada perdamaian dan ikatan yang mempersatukan.

Prinsip ketiga, pacaran harus bisa jaga kekudusan. Biarpun jaman udah berubah, tapi untuk urusan kekudusan nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar jadi seperti keluarga Nuh yang berani tampil beda di tengah-tengah angkatan yang udah rusak hidupnya. Nah, 3 prinsip udah kita pelajari hari ini. Kalo kamu sedang dalam masa pacaran, lakukan 3 prinsip ini supaya hubunganmu diberkati Tuhan. (TMS)


Source : http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/pacaran.html

Kamis, 03 Oktober 2013

Datangnya Selalu Belakangan

Bacaan : Mazmur 51 : 1-21

Hsiau Fei adalah mahasiswa yang sebentar lagi akan diwisuda. Ia sangat mendambakan akan dapat hadiah wisuda berupa mobil BMW dari ayahnya, yang adalah pengusaha kaya. Hari yang dinantiinnya pun tiba, setelah diwisuda, ayahnya memberinya kado yang terbungkus rapi. Namun, Hsiau Fei sangat kecewa waktu tahu kalo isi kado itu adalah buku motivasi dan bukan kunci mobil kaya yang diharapkannya. Ia kecewa, marah dan buku itu dibantingnya di hadapan ayahnya. Hsiau Fei pergi meninggalkan ayahnya dan pindah ke kota lain. Bertahun-tahun tanpa kabar mengenai ayahnya, suatu hari ia dapat kabar bahwa ayahnya meninggal. Mendengar kabar tersebut, ia pulang dan betapa terkejutnya ia waktu menemukan kunci BMW dan kwitansi pembayaran mobil di dalam buku motivasi, kado wisudanya dulu. Mendadak tubuhnya lemas ketika menemukan mobil BMW yang kursinya masih tebungkus plastik, terparkir dalam garasi. Ia pun menyesali keputusannya dahulu yang lebih mengutamakan amarahnya.

Penyesalan itu datangnya ga pernah diawal, ia selalu datang diakhir. Itulah yang dirasain sama raja Daud. Bacaan hari ini menceritakan gimana menyesalnya Daud atas perbuatannya yang udah dilakuin gara-gara perasaan sukanya terhadap Batsyeba. Gara-gara perasaan sukanya yang ngga dikendaliin membuat ia berani melakukan hal-hal yang keji di hadapan Allah. Setelah ia mengintip Batsyeba mandi, dihatinya muncul rancangan-rancangan jahat yang akhirnya berdampak pada kematian Uria, suami Batsyeba di medan perang.

Masa lalu ngga akan pernah bisa diperbaiki. Kalo hidupmu ngga mau terjadi banyak penyesalan maka bepikirlah dahulu sebelum bertindak. Tindakan kita hari ini nentuin apa yang akan terjadi di hari esok. (sen)

Devotion : Ngga mau menyesal, maka berpikirlah dahulu sebelum bertindak.

(source : RAM-APR 13)

Saatnya Menuai

Bacaan : Matius 9:35-38

Menurut berita yang ditulis oleh kantor berita Antara, diberitakan bahwa Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyayangkan minimnya minat generasi muda Pulau Dewata menjadi petani dan mengelola lahan pertanian. "Di Bali, makin lama kian banyak pemuda tidak mau bertani. Sekarang ini petani umurnya rata-rata di atas 45 tahun," katanya di depan ratusan petani dan nelayan peserta pertemuan Kontrak Tani Nelayan Andalan ke-24, di Semapura, Kabupaten Klungkung. Bahkan menurutnya, ketika dirinya berkeliling di seluruh Bali untuk mencari petani yang muda sudah hampir tidak ada. Penyebabnya bisa jadi karena bertani dipandang sebagai pekerjaan yang berpenghasilan rendah.

Sobat Muda, apa yang dirasain Gubernur Bali itu sebenarnya udah dirasain sama Tuhan Yesus lebih dulu ketika Dia masih pelayanan di bumi. Hal ini jelas banget terlihat dari ucapan-Nya pada nats hari ini "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Hal itu dinyatain Yesus karena Dia ngelihat secara langsung akan fakta yang terjadi di lapangannya ketika Yesus masih melayani di bumi. Dia ngelihat banyak jiwa yang terhilang, banyak jiwa yang belum tersentuh kasih-Nya dan banyak jiwa belum terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya.

Semua orang percaya adalah pekerja-Nya yang bertugas menuai tuaian jiwa-jiwa yang terhilang. Menuai, ngga cuma pekerjaan pendeta, pastur, pelayan Tuhan atau penginjil aja, tapi tugas ini adalah tanggung jawab semua orang percaya. Karena itu, ayo Sobat Muda, jangan lagi kita abaikan tanggung jawab yang udah Tuhan kasih buat semua orang percaya. Ingat, kalo kita ambil bagian dalam pekerjaan ini, ada upah yang akan kita terima dari Sang Big Bos, yakni Tuhan Yesus.(dew)

Devotion : Selagi masih muda, lakukan tanggung jawab ini dan kerjakan dengan segenap hati bagi-Nya.

(source: RAM-APR 13)

Jumat, 20 September 2013

Tuhan Memelihara

Bacaan : Yosua 14:6-15

Sebagai manusia aku punya kehidupan yang berkaitan sama banyak hal, sebut aja keluarga, pekerjaan, pasangan hidup, pertemanan dan persahabatan. Sebagai orang percaya, aku diajarin buat memenuhi semuanya dengan kasih, tapi berhubung aku masih manusia biasa, jadi ya tetap aja ada begitu banyak gesekan yang terjadi dalam hidupku. Tekanan pekerjaan, permasalahan pertemanan dan keluarga kadang buat aku lebih gampang berpikir tentang hal-hal negatif daripada positifnya. Terus kalo udah gitu aku jadi khawatir sama kelanjutan hidupku, yang akhirnya munculin pertanyaan-pertanyaan "gimana sama pekerjaanku nanti?" "gimana nanti hubunganku sama temanku?" dll. Endingnya, aku jadi kadang suka ngerasa sendiri dan timbul pertanyaan "dimana Tuhan?"

Sobat Muda punya masalah? Itu artinya, Sobat Muda masih hidup di dunia ini. Tuhan pake masalah buat nguji kesetiaan kita terhadap-Nya. Hal yang sama juga dialami sama Kaleb bin Yefune. Umur empat puluh tahun ia diperintahin Musa buat mengintai bangsa Kanaan. Selama melakukan misinya itu, ngga sedikit masalah yang dialaminya, buktinya aja sodara-sodaranya yang pergi bersama-samanya membuat tawar hati bangsa itu. Namun demikian ia tetap setia  jalanin misinya itu dan bukti kesetiaannya adalah kabar berita yang ia sampein sejujur-jujurnya kepada Musa(ay.7). Sebab kesetiaannya kepada Tuhan, maka Kaleb diberi Hebron sebagai milik pusakanya(ay.13).

Manusia aja akan bangga banget kalo ada orang yang setia pada dirinya, terlebih lagi Tuhan. Buktinya aja Musa, langsung bersumpah demi Tuhan memberikan tanah Hebron pada Kaleb. Kalo kita setia sama Dia, percaya deh Tuhan akan kasih  reward kepada kita. (lus)

Devotion : Kalo kita setia menyelesaikan masalah dalam hidup, Tuhan akan beri reward pada kita.

(source: RAM-Mar 13)

Menghargai Waktu

Bacaan : Efesus 5:15-21

Sobat Muda, pernah lihat lomba balap mobil Formula Satu alias F1? Kemenangan dalam pertandingan ini ngga cuma ditentuin sama kemampuan si pembalap, tapi juga seluruh tim yang menyertainya bertanding. Saat si pembalap berpacu di arena sirkuit menghadapi pembalap lainnya, tim khusus yang menyertainya akan stand by di pit stop. Mereka bertugas menangani seluruh komponen saat balapan berlangsung. Saat mobil masuk pit stop buat ngisi bahan bakar, ganti ban atau melakukan perbaikan berat, tim ini akan bekerja cuma dalam hitungan detik dan ngga asal-asalan. Tim khusus itu bekerja sempurna cuma dalam waktu sangat singkat karena balap mobil ngutamain kecepatan dan keamanan supaya bisa menang.

kalo kemenangan di arena balap ngga cuma ditentuin skill si pembalap aja tapi juga hitungan detik dari si tim khusus dalam menyervis mobil balap, itu nunjukkin betapa berharganya waktu itu. Kalo dalam perlombaan balap mobil aja sangat menghargai waktu, gimana dengan Sobat Muda sendiri? Apakah Sobat Muda termasuk anak muda yang menghargai waktu? Firman Tuhan hari ini ngingatin kita untuk memperhatikan dengan seksama gimana kita hidup. Pertanyaannya, kenapa Rasul Paulus menegur kita akan hal itu? Jawabannya ada pada ayat selanjutnya "... karena hari-hari ini adalah jahat" (ay.16b).

Tiap orang dikasih jumlah waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam sehari. Dalam waktu 24 jam itulah kesuksesan tiap orang akan ditentuin sama dirinya sendiri. Karena kesuksesan ditentuin dari gimana kita ngisi 24 jam dalam sehari itu. Mau sukses? Jangan sia-siain waktu 24 jam yang Tuhan kasih dan kelola waktumu dengan bijaksana. (ric)

Devotion : Waktu yang berlalu ngga bisa diulang, karena itu pake dengan bijaksana.

(source: RAM-Mar 13)

Show Me!

Bacaan : Matius 4:23-25

Pelayanan yang selalu Yesus lakuin selama di dunia adalah beritain Injil. Nah, kira-kira Sobat Muda pernah ga sih muncul rasa penasaran mengenai kitab apa yang selalu dibawa Yesus sebagai penunjang pelayanan-Nya? Kira-kira kaya apa sih kitab-Nya? Apakah kitab-Nya cuma terbatas buat kalangan tertentu? Ngga Sobat Muda, faktanya ternyata Yesus ngga bawa apa-apa selama penginjilan karena Dia udah hafal semua isi Kitab yang udah dipelajari sejak kecil. Yesus ga cuma bacaan isi Kitab tapi juga mempraktikkannya.

Dalam bacaan hari ini, diceritain bahwa Yesus berkeliling di seluruh Galilea cuma buat ngajar dalam rumah-rumah ibadat, beritain Injil kerajaan Allah dan nyembuhin segala penyakit.Dari tindakan-Nya banyak orang yang disembuhin dengan macam-macam penyakit.Dua pekerjaan yang dilakuin Tuhan adalah mengajar dan nyembuhin yang sakit. Dari dua karya-Nya yang paling terlihat praktiknya buat membawa umat pada pertobatan adalah nyembuhin yang sakit. Zaman itu mereka udah bisa ngelihat para ahli Taurat mengajar, tapi sedikit praktik dari ajaran yang benar-benar berguna untuk ngembangin iman mereka. Kebanyakan para ahli Taurat cuma nyalahin dan bebani hidup mereka yang udah sengsara. Beda sama cara Yesus yang mempraktikkan dengan baik apa itu arti kasih yang sesungguhnya dari Bapa.

Saat ini, mungkin kita termasuk anak muda yang punya pendidikan tinggi dan pandai bergaul
bahkan berorganisasi di masyarakat luas. Namun, sudahkah kita nerapin kasih kaya kasih yang Yesus tunjukkin ? Apakah kita rela mewartakan Injil-Nya ke semua orang yang belum mendengar kabar keselamatan? (mrn)

Devotion : Ngga perlu lakuin hal yang spektakuler buat nyatain kuasa-Nya, tapi lakuin dari hal yang sederhana dulu.

(source : RAM-Mar 13)

Selasa, 17 September 2013

Gratisan

Bacaan : Mazmur 104:24-27

kalo Sobat Muda suka jalan ke mall atau plaza, pasti pernah liat ada departemen store yang nawarin diskon akhir pekan (Jumat-Minggu), terutama hari Minggu biasanya nawarin diskon yang luar biasa gedenya. Karena tergiur sama diskon yang ditawarin departemen store itu, tiap hari terutama akhir pekan, tempat itu selalu dipadati pengunjung yang borong aneka barang mulai dari ujung kaki ampe ujung rambut.

Siapa sih hari gini yang ngga suka gratisan? Jalan-jalan gratis, makan gratis, atau belanja gratis. Nah, kalo banyak orang berlomba buat dapetin program gratisan kaya gitu, ada banyak hal yang ditawarin ke manusia secara grats tapi ngga perlu berebut. Udara, air, sinar matahari, angin, dll adalah gratisan yang ngga perlu berebut buat ngedapetinnya. Tuhan ciptain bumi dan isinya, itu semua seturut sama kebijaksanaan-Nya, kemudian Dia kasih gratis kepada manusia. Dia melakukan itu karena menurut pandangan-Nya itulah yang terbaik bagi manusia. Coba bayangin aja Sobat Muda, kalo semua hal yang Dia ciptain, manusia disuruh bayar kalo mau menggunakannya!

Sobat Muda, Dia kasih dengan cuma-cuma alias gratis karena Tuhan tahu kalo kita ngga sanggup buat membayarnya. Gratis ngga berarti bisa pake sesuka hati. Kalo Tuhan ciptain semuanya ini sesuai sama kebijaksanaan-Nya, kita yang menikmatinya pun harus pake dengan penuh kebijaksanaan. Maksudnya, apa pun itu gunain dengan seperlunya dan ngerawat itu semua dengan penuh tanggung jawab, supaya generasi mendatang juga masih bisa menikmati dengan gratis, sama kaya saat ini. (nic)

Devotion : Rawatlah dan jagalah semua ciptaan-Nya dengan penuh tanggung jawab.

(source: RAM- Feb 13)

Ikan Baracuda

Bacaan : Amsal 19:1-29

Ada eksperimen yang dilakuin oleh Woods Hole Oceanographic Institute. Dalam eksperimen ikan barracuda dimasukkin kedalam aquarium berukuran sedang yang ditengahnya dipisahin kaca pembatas transparan. Di sisi lain, ada banyak ikan kecil yang merupakan makanan kesukaan si barracuda. Ketika lapar, berkali-kali ikan barracuda mencoba buat memangsa ikan kecil tersebut, tapi usahanya selalu sia-sia karena terbentur kaca pembatas transparan tadi. Mulutnya sedikit terluka karena bertabrakan dengan kaca. Sampe suatu ketika si barracuda bonyok hidungnya. Setelah berminggu-minggu mencoba dan tetap ngga berhasil, si barracuda menyerah. Setelah itu kaca pembatas transparan tadi diangkat, si barracuda tetap pada sisinya, ngga bergerak. Akhirnya, ia pun mati kelaparan padahal makanan kesukaannya tepat berada di depan hidung.

Sobat Muda, pelajaran penting bisa kita temuin dan bisa kita ambil dari kisah barracuda ini adalah masa lalu kita berbeda dengan masa mendatang. Setiap resolusi pribadi yang udah kita tulis tapi belum tergenapi. Asalkan kita terus berusaha mewujudkannya dan ngga menanamkan pemikiran bahwa impian kita ngga mungkin bisa kita raih. Masa lalu ngga akan mempengaruhi masa depan selama kita bisa bersikap dengan benar dan terus berusaha. Tidak sedikit bukti yang ditunjukkan para pahlawan iman tentang hal itu. Bacaan hari ini ngarahin kita kembali buat belajar menjadi bijak dengan mendengarkan nasihat maupun belajar dari peristiwa yang kita alami setiap waktu.

So, jangan putus asa, jangan pernah putus asa! Sebab masa depan sungguh ada dan harapan kita ngga akan hilang. Masa muda ini ada baiknya kita gunain semaaksimal yang bisa kita lakuin. (yk)

Devotion : When one door closes another door opens

(source : RAM- Feb 13)

Berani Tampil Beda

Bacaan : 1 Samuel 8:1-22

Spongebob adalah tokoh kartun yang terkenal banget. Suatu kali dikisahin Spongebob diminta tuan Krabs memberikan idenya buat memajuin penjualan burgernya. Ia pun nyampein idenya, yaitu membuat burger (krabby patty) berwarna-warni. Namun ia malah diketawain sama tuan Krabs dan Squidward. Idenya pun dianggap bodoh. Meskipun demikian, dalam hati kecilnya ia tetap percaya kalo idenya itu sangat baik dan akan berhasil. Ternyata, banyak orang menyukai hasil karyanya sehingga mereka rela mengantri berjam-jam buat dapatin burger berwarna-warni itu. Ngelihat hal itu, tuan Krabs menyesal karena udah menolak ide itu. Ia pun meniru hal yang dilakuin Spongebob, tapi ia ngga berhasil.

Sobat Muda, kisah Spongebob yang berani tampil beda sangat bertolak belakang dengan pengalaman bangsa Israel. Mereka ngga pengen tampil beda, malahan pengen jadi sama kaya bangsa lain dengan menuntut kehadiran raja di antara mereka "... Maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." (1 Sam.8:5). Dari sini, kita tahu perbedaan antara Musa dan bangsa Israel. Musa tahu kalo identitas diri dan bangsanya berbeda dengan segala bangsa lain, yang ngebedainnya adalah Allah yang berjalan di depan mereka. Inilah yang membuat Musa bertahan mendampingi bangsa itu.

So, marilah kita sadari dan selalu ingat kalo identitas kita sebagai anak Allah tidaklah sama dengan anak-anak muda lainnya yang belum kenal Tuhan. Dengan menyadari hal itu, kita akan tetap berani berdiri demi kebenaran sekalipun mungkin pendapat atau keputusan kita berbeda atau ngga sama dengan orang lain di sekeliling kita. Ingat "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini..." (Rm.12:2). (sie)

Devotion : Anak Tuhan harus berani tampil beda, ngga serupa dengan dunia ini.

(source: RAM- Feb 13)

Minggu, 15 September 2013

Rancangan-Mu

Bacaan : Yeremia 33:1-13

Salah satu teman saya, udah hampir 10 tahun bergumul dengan kuliah dan masa depannya yang sempat membuatnya putus asa. Gimana ngga? Kuliahnya yang udah digeluti bertahun-tahun nyaris gagal gara-gara skripsi yang dipersulit oleh dosennya. Belum lagi diumurnya yang udah cukup dewasa buat lepas dari tanggung jawab ortu, ia belum mendapatkan pekerjaan yang mapan. Tiap hari ia berseru, berdoa, menyembah Tuhan bahkan menangis kepada-Nya, tapi rasanya semua ngga membuahkan hasil. Sampe suatu ketika tanpa terduga, semua pintu yang tadinya tertutup, sekarang pintu itu terbuka semua. Kini kuliahnya selesai dan diwaktu bersamaan juga, ia dapat pekerjaan ditempat bergengsi dengan fasilitas dan gaji yang ngga pernah ia duga sebelumnya.

Tekadang banyak problema di kehidupan ini yang ngga kita pahami. Satu per satu masalah masuk dalam hidup kita, tapi seakan ngga ada satupun pintu keluar yang terbuka. Sobat Muda, mungkin itu yang kamu alami saat ini. Jika ya, jangan putus asa Sobat Muda! Hal yang sama juga pernah dialami nabi Yeremia ketika ia menantikan akan janji Allah atas pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda. Saat itu Yeremia sempat putus asa karena keadaan di Yerusalem dan Yehuda ngga kunjung pulih. Banyaknya kejahatan yang dilakuin sama penduduk di kota itu, membuat Allah memalingkan wajah-Nya. Karena kegigihan Yeremia buat terus berseru kepada Allah, pintu yang tadinya tertutup kini dibukain  oleh Allah. Kini diubah dijadikan pokok kegirangan (lih. ay. 9).

Sobat Muda, kita ngga pernah tahu rencana Tuhan atas hidup kita. Karena itu, teruslah berseru kepada-Nya sampe pintu yang tertutup itu dibukakan-Nya bagi kita. Tetap percaya kepada-Nya. (els)

Devotion : Tetaplah berpengharapan dan selalu berseru kepada-Nya.

(sumber: RAM-Jan 13)

The Worst Day

Bacaan : 1 Samuel 21:1-16

Sobat Muda, hari apa sih yang paling buat kamu bete? Buat yang sekolah atau kerja biasanya hari Senin, karena harus ngulang lagi aktivitas yang ngebosenin. Buat yang jomblo tentunya hari Sabtu, karena ngga ada yang nemenin. Salah satu perusahaan minuman isotonik pernah meriset twitter di sembilan kota besar. Hasilnya pada hari Rabu postingan twitter yang bernada galau, parah, malas, bete, lama, payah, ngga enak, dan sakit jauh lebih banyak daripada rasio kicauan 'bad mood' dan 'good mood' di hari yang lain.

Ada banyak alasan yang bisa buat kita jadi bad mood dan itu bisa terjadi kapan aja. Gara-gara bad mood, seharian bisa berubah menjadi bad day. Hidup kita terbelenggu oleh perasaan bad mood ini. Ahab adalah salah satu contoh orang yang mudah terserang virus bad mood. Gara-gara keinginan yang ngga terpenuhi, ia ngambek. Ngga mau makan dan mengurung diri di tempat tidur. Gara-gara bad mood itulah Nabot menemui ajalnya.

Gimana dengan kita? Adakah kita ngambek dan uring-uringan seharian saat bad mood melanda? Well, mau bad mood atau ngga, itu tergantung sama kita. Kalo kita milih buat ngikutin situasi, jadi bad mood deh seharian. Lain halnya jika kita fokus ke janji, perbuatan ajaib-Nya dan firman-Nya, bad mood bakalan menjauh. Di sisi lain, orang lain yang ngga berdosa bisa jadi korban cuma gara-gara bad mood. Mereka jadi sakit hati bahkan ikut-ikutan bad mood. So, bad mood itu mesti dicegah sebelum menular. Sukacita itu hak kita. Jangan biarin iblis mencurinya. Hari ini, ayo rebut kembali sukacita yang telah iblis rampas! (res)

Devotion : Bagi orang percaya, setiap hari adalah indah.

(sumber: RAM-Jan 13)

Badai Kebaikan

Bacaan : Lukas 6:32-33, Matius 25:34-40

Saat itu, ada seorang anak terjatuh saat bermain skateboard. Kemudian pekerja proyek menolongnya untuk berdiri. Merasa tertolong, anak itu kemudian ngebantu seorang nenek yang tengah kerepotan bawa barang belanjaan dan membantunya menyeberang jalan. Sang nenek kembali ngelanjutin perjalanan, eh ada cewek yang ngga punya uang receh buat uang parkir. Dikasihlah cewek itu uang receh. Begitu selanjutnya cerita berlanjut sampe akhirnya sang pekerja proyek nerima kebaikan dari sang pelayan yang bahagia karena sebelumnya udah ngalamin kebaikan dari orang lain.

Itulah cuplikan tayangan yang diputar gereja yang saya kunjungi beberapa waktu lalu. Ternyata gereja itu lagi ngeluncurin gerakan 'badai kebaikan'. Intinya,  kita orang Kristen harus berbuat baik pada orang lain agar orang lain itu berbuat baik pada orang lain lagi. Diharapin, dengan gerakan itu atmosfer kekerasan dan kebencian yang akhir-akkhir ini mengemuka di Indonesia berganti dengan atmosfer kasih. Tuhan Yesus bilang, udah biasa kalo orang itu baik cuma sama orang yang udah kita kenal dan baik sama kita. Lebih amazing lagi, kalo kita bisa baik sama orang yang menjahati kita apalagi orang yang ngga kita kenal sama sekali dan ia itu butuh banget.

Dari sini kita belajar dua hal. Pertama, terkadang kebaikan yang kita terima adalah kebaikan yang disebarin orang lain. Yuk, kita lanjutin tongkat estafet kebaikan itu. Jangan biarkan kebaikan itu berhenti di tangan kita. Kedua, suatu saat nanti kita akan kembali menuai kebaikan yang udah kita tabur sebelumnya melalui orang lain lagi. Mau diberkati? Berbuat baik dulu Sobat Muda. (res)

Devotion : Semua yang besar berawal dari sesuatu yang kecil.

(sumber: RAM-Jan 13)

Egois

Bacaan : 1 Korintus 13 : 11

Menghadapi orang yang punya tipikal egois itu rumit banget. Semua yang diinginkannya harus terpenuhi, semua orang harus ngikutin apa katanya. Pokoknya hidupnya cuma berpikir aku, aku dan aku tanpa berpikir kepentingan orang lain. Orang yang punya tipikal kaya gini, sangat bahaya buat dirinya sendiri, karena sifat ini bisa buat kita ngga punya teman. Bayangin dong susahnya kalo ngga ada orang yang mau berteman sama kita? Padahal kita adalah makhluk sosial, yang ngga bisa hidup sendirian di dunia ini. Orang egois lebih cenderung akan jadi ambisius dan ambisius kalo ngga dikendaliin dengan benar, bisa bawa kita jadi menghalalkan segala cara.

Sifat egois adalah sifat manusia yang ngga mencerminkan kedewasaan. Why? Yups, sifat ini adalah sifat yang dimiliki kebanyakan anak kecil dan sifat itu muncul karena ia punya keinginan yang bersifat kedagingan. Nats hari ini, mengingatkan kita bahwa semua yang ada didalam dunia adalah keinginan daging. Keinginan daging adalah keinginan yang bersal dari dunia. Keiginan daging itu sendiri misalnya aja pengen punya pacar seganteng Si Won Super Junior atau secantik Agnes Monica. Pengen punya motor kaya punya teman kita atau pengen punya badan sekeren kaya badannya supermodel, de eL eL. Pertanyaannya, berarti anak Tuhan ngga boleh punya keinginan dong? Anak Tuhan tetap boleh punya keinginan asal tujuannya bukan buat nyombongin diri tapi supaya nama Dia dipermuliakan.

Sobat Muda, jadi orang yang egois itu ngga akan buat kita bisa ngerasain berkat Tuhan karena yang ada dipikirannnya cuma memenuhi keinginan dagingnya yang justru banyak ngerugiin kita. Ingat, keinginan daging berasal dari dunia. So, masih mau jadi orang egois dan dianggap ngga dewasa? (nug)

Devotion : Jadi dewasa itu pilihan dan memilih buat ngga egois adalah bukti kedewasaan.

(sumber: RAM-Jan 13)

Bersyukur

Bacaan: Kejadian 1: 1-31

Perjalanan study tour ke Badui benar-benar ninggalin kesan yang amat mendalam bagiku. Berjalan di alam bebas, menyusuri jalan setapak dan memandang pemandangan yang semuanya tumbuh-tumbuhan hijau, suara serangga, dan ngga ada yang namanya bunyi pesawat, bunyi kendaraan bermotor, ngga ada asap knalpot, dan yang lebih penting ngga ada sesuatu buat bising. Perjalanan study tour kali ini buat aku terpukau bahkan ngga sadar terucap dari mulutku "Wow... Tuhan amazing banget." Aku nngerasa bersyukur banget bisa ngerasain semua ini.

Allah ciptain bumi dan seisinya bukan kebetulan atau tanpa rencana. Dia ngga sembarang ciptain ini itu, Allah nyiptain bumi dan isinya berdasarkan apa yang dipandang-Nya baik. Hal ini bisa kita lihat dari bacaan kita hari ini. Urutan penciptaan yang Allah kerjakan dari hari pertama sampe hari ke enam, itu karena dipandangan-Nya adalah urutan yang paling baik. Coba aja bayangin kalo hari pertama Allah ciptain manusia? Bumi masih kosong, belum ada apa-apa tapi udah ada manusia sebagai penghuninya. Di mata Allah, Dia menciptakan manusia serupa dan segambar dengan-Nya adalah baik karena Allah pengen manusia berkuasa atas seisi bumi.

Berkuasa ngga berarti kita bisa berperilaku seenaknya atas bumi dan isinya. Justru sebaliknya, sebagai ciptaan-Nya yang dikasih kuasa, kita harusnya bisa jaga dan pelihara dengan baik amanat itu dengan cara ngga ngerusak bumi dan isinya. Kalo kita ngerusak bumi serta isinya, sama aja kita memberontak Allah, karena kita mengabaikan tanggung jawab atau amanat yang Dia kasih atas manusia.

Sobat Muda, ngga mau mau kan dianggap sebagai pemberontak-Nya Allah?
Yuk kita jaga bumi ini, supaya kehidupan di bumi terus ada. (ace)

Devotion : Merawat bumi dan seisinya adalah bentuk bersyukur atas berkat Allah.

(sumber: RAM-Jan 13)

Hasil Rancangan-Nya

Bacaan : Yeremia 18 : 1-17

Sobat muda, pernah dengar atau lihat yang namanya tembikar? Tembikar atau lebih dikenal dengan sebutan gerabah saat ini. Bahan dasar pembuatan gerabah ini adalah tanah liat yang dicampur sama pasir yang digiling dan diinjak-injak sampe adonan tanah liat jadi lunak. Nah, kalo udah lunak itu artinya adonan tanah liat siap buat dibentuk berbagai macam kerajinan. Kalo adonan itu udah dibentuk, baru deh di jemur di bawah matahari selama 2-3 hari. Setelah kering, kemudian tembikar itu dibakar dalam suhu tertentu selama 3-5 jam. Selesai pembakaran, tahap finishing pun dimulai.

Kalo tanah liat bisa jadi indah di tangan tukang tembikar, begitupun hidup kita Sobat Muda. Hidup kita yang biasa-biasa aja bisa jadi indah kalo kita mau dibentuk sama Tuhan, Sang Penjunan. Dari sebelum kita diciptain, Tuhan udah ngerancang desain hidup kita. Dia ngerancang semuanya dari kita bayi sampe akhir hidup kita. Pertanyaannya, kita mau ngga menggenapi rancangan-Nya itu dengan ngelewatin setiap proses yang kadang menyakitkan? Keputusan ada di tangan Sobat Muda sendiri. Makanya Yeremia diperintahin buat pergi ke tukang periuk, supaya ia bisa belajar mengenai cara kerja Tuhan yang ngebentuk kehidupan manusia. Seperti tukang periuk tau desain yang terbaik atas tanah liat, gitu juga dengan Tuhan yang paham banget sama desain yang Dia buat atas manusia.

Sobat Muda, Tuhan itu lebih ngerti yang terindah bagi hidup kita ketimbang kita sendiri yang ngejalani hidup ini. Karena itu, belajarlah buat ngga maksain rencana kita terhadap Tuhan. Ingat, Dia lebih paham yang terindah buat kita. (kal)

Devotion : Jangan fokus sama proses-Nya tapi lihat hasil rancangan-Nya bagi kita.

(sumber: RAM-jan 13)